Minggu, 10 Mei 2009

DAMAI DI WISMA RETRET GRIYA CIPTANING ATI, WIYU PACET MOJOKERTO

Pada hari Jumat tanggal 27 Maret 2009 kemarin, saya sekeluarga mencoba menghabiskan waktu libur dengan sedikit berbeda.
Biasanya kami lebih memilih pulang kampung dengan alasan agar anak-2 tidak tercerabut dari akar keluarga di kampung. Apapun pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang” pasti diciptakan nenek moyang kita bukan tanpa alasan khan! Bayangkan betapa kakunya suasana pertemuan saudara yang mungkin jarang bertemu. Pasti passionnya gak dapet. Week end ini kami putuskan menyepi di Wisma Retret Griya Ciptaning Ati (GCA).
Ternyata itu adalah pilihan yang sangat tepat buat yang mau mendapatkan kembali keheningan yang menentramkan hati. Perjalanan menuju GCA bisa ditempuh melalui Mojokerto atau dari Sidoarjo. Kita harus menuju daerah Mojosari, lalu menuju ke arah Pacet, sampai ke titik nol di situ ada Pos Polisi dan PLN, kita ambil belokan ke kanan, eits hati-2 jalannya turun dan curam. Lalu sampailah di Desa Wiyu, cari papan petunjuk SMPN 2 Wiyu Pacet. Masuk ke kiri kira-kira 1 km, sampe deh ke GCA. Sebetulnya dari kejauhan sebelum belok ke kiri tadi bisa terlihat sih Wisma GCA ini.

Begitu masuk gerbang kita disambut oleh oleh dua patung penjaga dan tulisan di lantai pagar yang berbunyi GRIYA CIPTANING ATI. Suasana tenteram langsung terasa karena bangunannya di dominasi oleh batu alam dan kayu jati kuno.


Anak-2 langsung melompat girang melihat kolam renang yang ada di depan mata. Mereka segera mencari pakaian renangnya sampe lupa mengoleskan sunblock. Ayahnya menunggu sambil menikmati bacaannya dalam damai.





















Sementara mereka berenang, saya membongkar barang bawaan. Waktu masuk kamar tadinya anak-2 kecewa karena kok tidak ada TV-nya. Saya berkelit aja, apa bedanya kalo di rumah kamu nonton TV trus di sini juga nonton TV. Ternyata ada kok TV, tapi di aula. Anehnya anak-2 juga gak tertarik berlama-lama nonton TV, karena mereka asyik explore mainan dan kolam renang GCA.
Ada sepasang Patung Sapi di Front Aula. Benar-benar suasana pedesaan. Ada banyak kamar yang tersedia. Semula vila ini ditujukan untuk Wisma Retret bagi anak-anak sekolah ataupun kelompok rohani. Di sana kami bertemu serombongan anak-anak SMP yang sedang retret, senangnya tidak hanya melihat keceriaan mereka tetapi juga kekhsuyukan mereka beribadah di Aula.
Belum beres membongkar bawaan, kami sudah disuguhi roti kukus dan teh hangat. Ehmm...sedap karena hawa di luar mulai dingin, saat sore sudah menjelang.

Malam hari kami nikmati sepi yang menggigit ditemani suguhan Kopi. Kami ngobrol dengan penjaga bernama Pak Budi.









Pagi-2 sekali kami memutuskan turun ke sawah. Aduh anak-anakku yang dari kampung belum terbiasa ke sawah. Pemandangan yang menyejukkan, hijau di mana-mana. Sawahnya hampir teras siring.












Di bagian bawah, rupanya sedang ada perluasan pembangunan, tampak beberapa rumah joglo sedang didirikan. Anak-anak begitu menikmati hamparan padi yang menghijau. Eits, sayangnya Ibuk terjatuh, walah yang orang kampung asli malah jatuh di pematang sawah.
Sampailah kami di sungai yang mengalir jauh ke bawah. Ada air terjun kecil, tapi karena arusnya deras, kami tidak mendekati. Lumayan bisa main celup-celup kaki. Brrr....dingin. Airnya keruh karena semalem turun hujan, kalo tidak sedang hujan, airnya sangat bening.
Dengan susah payah kami mendaki naik kembali ke atas. Terengah-engah tapi sungguh menyenangkan. Arkan menjerit saat tahu hewan Kaki Seribu. Kami sempat berhenti di salah satu Gubug karena kecapaian.
Hah...akhirnya sampai juga di Vila.
Senangnya berlibur di Wisma GCA.

































































2 komentar:

Semuel mengatakan...

bisa minta cpx GCA g???

Dony Annur mengatakan...

wah nice place neh kayanya , ada informasi ga ya no hp ato telp reception disana jeung ?????